Maklumat

Khusus untuk konten-konten sastra seperti puisi, cerpen dan esai silahkan kunjungi http://blog.edelweis-art.com. Terima kasih (Penulis)

Kamis, April 16, 2009

Ode kepada Tuhan

setelah perjalanan panjang ini
aku masih saja selalu getir
menapaki takdirmu
maafkan aku, tuhan
dzikirku selalu patah
di setiap takbiratul-ihram
aku masih saja selalu gagap
melafal asmamu
sujudku tak menyentuh
maafkan aku, tuhan
tapi sungguh
nuraniku teramat kering
oleh nawaitu kepadamu
aku selalu saja gamang
...
tuhan
tapi pun sungguh
sebenar hatiku
aku selalu merindukan kasihmu
mengusap kotor kalbuku
aku selalu merindukan kasihmu
memberi daya bagi diri
yang tertatih menyusuri jalan
takdirmu
ini

ilahii lastu lil-firdausi ahlaa
wa laa aqwaa `alan-naaril-jahiimi
fahab lii taubatan waghfir dzunuubii
fainnaka ghaafirudz-dzanbil-`adziimi*

sinari selalu jalanku, tuhan
berilah cahayamu
bukakan mata batinku
berilah petunjukmu selalu
jangan sesatkan jalanku, tuhan
beri arti bagi kembaraku ini
sepenuh keridhaan dan ampunanmu
amin

011024/251103

* doa abu nawas

ps. hari ini aku merasa begitu letih. perjalanan ini begitu melelahkanku. aku hanya semakin menjadi pecundang di hadapan-Mu. maafkan aku, Tuhan. maafkan aku ................