Ketiga,
MariaDB. Anda bisa mengunduh
installer MariaDB melalui alamat
https://mariadb.com/downloads/. MariaDB, sebagaimana MySQL, merupakan aplikasi database yang berfungsi untuk menampung data yang dipergunakan untuk dipublikasikan melalui server web. Versi
Community Server, yaitu yang tersedia secara cuma-cuma, yang terakhir dari MariaDB saat ini adalah versi
10.4.8.
Instalasi Apache & PHP
Kita akan menggunakan file zip untuk menginstal Apache dan PHP. Ekstrak file aplikasi Apache yang telah kita unduh yaitu
httpd-2.4.41-win64-VS16.zip lalu pindahkan folder
Apache24 yang berada di dalamnya ke drive C. Sementara untuk PHP, setelah kita ekstrak, ubahlah nama folder hasil ekstraksi dari
php-7.3.10-Win32-VC15-x64.zip menjadi
php lalu pindahkan ke drive C.
Bukalah file
httpd.conf pada folder
C:\Apache24\conf. Tambahkan baris
Define PHPROOT "c:/php7" dan baris
Define DOCROOT "d:/htdocs" setelah baris
Define SRVROOT "c:/Apache24" (ketiga baris ini untuk mendefinisikan folder utama dari Apache & PHP serta folder htdocs) serta tambahkan baris
PHPIniDir "${PHPROOT}" setelah baris
ServerRoot "${SRVROOT}". Di bawahnya tambahkan lagi tiga baris berikut yang berfungsi agar file PHP dapat dijalankan di server web karena secara default file PHP tidak dapat dijalankan secara langsung:
AddHandler application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php .php .html
LoadModule php7_module "${PHPROOT}/php7apache2_4.dll"
Setelah itu, ubah email pada baris
ServerAdmin admin@example.com menggunakan email Anda serta ubah nama server pada baris
ServerName www.example.com:80 dengan nama domain atau ip server Anda. Ubah juga baris
DocumentRoot "${SRVROOT}/htdocs" dan
<Directory "${SRVROOT}/htdocs"> menjadi
DocumentRoot "${DOCROOT}" dan
<Directory "${DOCROOT}">. DOCROOT sendiri tidak harus berada di folder
d:/htdocs. Bisa saja di
d:/www atau kita tempatkan di folder atau drive lainnya. Yang terpenting adalah
jangan meletakkannya di drive OS (C). Karena jika sewaktu-waktu OS-nya
error atau rusak dan mesti diinstal ulang, kita lebih mudah untuk menyelamatkan datanya.
Selanjutnya, carilah baris
AllowOverride None lalu ubah menjadi
AllowOverride All (agar konfigurasi tambahan yang kita tulis pada file
.htaccess kemudian dapat dijalankan juga). Lalu cari lagi baris
DirectoryIndex index.html dan tambahkan
index.php di depan
index.html sehingga menjadi
DirectoryIndex index.php index.html (berfungsi agar jika ada dua file index yang sama dengan ekstensi .php dan .html maka yang akan didahulukan/dieksekusi adalah file index.php).
Terakhir, aktifkan module
rewrite,
sochace_shmcb &
ssl dengan membuang tanda pagar (#) pada baris-baris berikut:
LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so
LoadModule socache_shmcb_module modules/mod_socache_shmcb.so
LoadModule ssl_module modules/mod_ssl.so
Jangan lupa
save!. Module
rewrite berfungsi salah satunya untuk mengubah url agar menjadi lebih enak dibaca dan diingat-ingat (misalnya mengubah url
www.toko-sembako-online.com/index.php?cat=12&product=3456 menjadi
www.toko-sembako-online.com/beras/beras-cianjur). Sedangkan module
sochace_shmcb &
ssl kita aktifkan agar web kita bisa diakses menggunakan
https.
Selanjutnya, bukalah folder
C:\php lalu
copy file
php.ini-development atau
php.ini-production menjadi file
php.ini. Bukalah file php.ini.
Jika diperlukan, ubahlah nilai-nilai dari
max_execution_time,
max_input_time,
post_max_size,
upload_max_filesize &
memory_limit sesuai kebutuhan Anda. Setelah itu jangan lupa
save. Parameter
max_execution_time berfungsi untuk mengatur batas waktu berapa detik eksekusi sebuah
script (default 30 dan 0 untuk tanpa batas). Sedangkan
max_input_time, mengatur batas waktu input/
request berapa detik sejak inputan/
request diterima sampai dengan dieksekusi (default 60 dan -1 untuk tak terbatas).
post_max_size mengatur batas ukuran file yang dapat dikirim melalui
POST (misal 2MB atau 2048).
upload_max_filesize mengatur batas ukuran file yang dapat diunggah (misal 1MB atau 1024) dan
memory_limit mengatur alokasi
memory komputer yang akan digunakan untuk mengeksekusi
script PHP (misal 2048MB untuk alokasi
memory sebesar 2GB).
Agar PHP dapat dikenali oleh sistem komputer, maka kita perlu memasukkan folder
C:\php ke dalam
Path System Environtment. Dan agar Apache dapat berjalan otomatis setiap kali komputer dinyalakan, maka silahkan buka CMD (buka sebagai Administrator) lalu ketik
cd /d C:\Apache24\bin. Setelah aktif pada folder
C:\Apache24\bin, ketik
httpd.exe -k install -n "Apache2.4" untuk menginstall
service Apache2.4.
Untuk melakukan upgrade versi Apache & atau PHP, sangat mudah, yaitu cukup mengganti file Apache yang berada di folder C:\Apache24 dan file PHP yang berada di folder C:\php dengan file baru. Jangan lupa sesuaikan konfigurasi dan pengaturannya di file httpd.conf & php.ini
Instalasi MariaDB
Jika untuk Apache & PHP kita menggunakan file zip, maka untuk menginstal MariaDB kita menggunakan file
installer Windows (
msi) yaitu
mariadb-10.4.8-winx64.msi. Silahkan jalankan file tersebut dan ikuti petunjuk-petunjuk yang ada hingga proses instalasi selesai.
klik Next
centang untuk menyetujui lalu klik Next
klik tanda silang pada pilihan Database Instance
pilih Entire feature untuk menginstal semua fitur lalu klik Next
isikan kata sandi untuk 'root' atau buang centang pada Modify password
untuk membiarkan tanpa kata sandi lalu klik Next
klik Next
klik Install
tunggu sampai proses selesai lalu klik Next
selesai
Setelah MariaDB terinstal, seperti halnya folder
htdocs, kita perlu memindahkan pula folder
data MariaDB agar lebih aman. Untuk itu, silahkan buka
Windows Service lalu stop dulu MariaDB. Buka folder
data yang berada di
C:\Program Files\MariaDB 10.4. Buka file
my.ini lalu ganti lokasi penyimpanan data pada baris
datadir=C:/Program Files/MariaDB 10.4/data ke lokasi baru misalnya menjadi
datadir=D:/MariaDB/data. Jangan lupa
save. Kemudian, pindahkan semua file dan folder yang berada di
C:/Program Files/MariaDB 10.4/data ke
D:/MariaDB/data (kecuali file
my.ini). Jalankan kembali MariaDB.
Untuk mengupdate versi MariaDB ataupun menginstal lagi MariaDB pada komputer yang sama, cukup jalankan lagi file installernya dan ikut petunjuk yang ada. Jika kita bermaksud mengupdate versi, gunakan port yang sama seperti yang sedang digunakan (default port-nya 3306 seperti MySQL). Namun, jika bermaksud menginstal lagi, gunakan port dan nama service yang berbeda dan juga folder data yang berbeda. Jangan lupa menyesuaikan juga lokasi penyimpan pada file my.ini jika bermaksud mengupdate versi
pilih Create new untuk menginstal baru/menambahkan atau
pilih Do not create jika akan mengupgrade lalu klik Next
ubah Service Name dan TCP port untuk menginstal baru/menambahkan
atau biarkan apa adanya jika akan mengupgrade lalu klik Next
klik Ok
klik Finish untuk pengaturan lebih lanjut
klik No
centang pada pilihan database yang akan diupgrade lalu klik Upgrade
tunggu sampai proses selesai
selesai
Buka file
my.ini pada folder data pada lokasi MariaDB yang baru (lihat gambar di atas) lalu sesuaikan lokasi data. Jika kita sedang mengupgrade maka kita tidak perlu memindahkan file dan folder yang ada pada folder data, karena kita akan menggunakan file dan folder yang telah ada sebelumnya. Namun jika kita bermaksud menginstal baru, maka kita perlu memindahkannya seperti saat instalasi pertama.
Jika kita sedang mengupgrade,
pastikan service MariaDB sebelumnya sudah tidak ada atau di-disable pada Windows Services, sebab akan bisa membuat MariaDB tidak dapat dijalankan karena
port-nya masih aktif.
Selamat mencoba!